MIMO
MIMO-Multiple Input Multiple Output
Salah satu teknologi mendasar yang diperkenalkan bersamaan saat rilis LTE adalah Multiple Input Multiple Output (MIMO), sistem ini termasuk bagian dari spatial multiplexing serta sebagai pra-coding dan transmit diversity. Prinsip dasar spatial multiplexing
adalah mengirim sinyal dari dua
atau lebih antena yang berbeda dengan aliran data yang berbeda dan
dengan
pemrosesan sinyal, yang berarti di penerima terjadi proses memisahkan
aliran data, sehingga mampu meningkatkan data dengan faktor 2
(konfigurasi 2-by-2 antena) atau faktor 4 (konfigurasi
4-by-4 antena). Dalam pra-coding sinyal ditransmisikan dari antena yang
berbeda yang dititikberatkan untuk memaksimalkan sinyal yang diterima
dibanding noise atau Signal to Noise Ratio (SNR). Transmit
diversity mengandalkan mengirimkan sinyal yang sama dari multiple antenna dengan
beberapa coding untuk mengeksploitasi peningkatan dari independent fading antara
antena.
Penggunaan MIMO
telah dimasukkan sebelumnya dalam spesifikasi WCDMA, namun operasinya
sedikit berbeda dengan LTE karena WCDMA menggunakan operasi penyebaran
spektrum sehingga tidak efektif. Secara alami OFDMA cocok untuk operasi
MIMO.
Kesuksesan operasi MIMO membutuhkan SNR yang cukup tinggi, oleh karena
itu dengan sistem
OFDMA itu bisa mendapatkan keuntungan yaitu SNR tinggi yang dapat
dicapai. Prinsip dasar MIMO disajikan pada gambar berikut:
![]() |
| Gambar 1. Prinsip MIMO |
Di mana aliran data yang berbeda diumpankan ke operasi pra-coding dan
kemudian seterusnya sinyal dipetakan dan menghasilkan sinyal OFDMA.
Reference symbol memungkinkan untuk memisahkan antena yang berbeda, di mana reference symbol dan resource element dipetakan ke bergantian antara antena. Prinsip ini juga dapat diperluas untuk
mencakup lebih dari dua antena. Berikut ilustrasinya:
![]() |
| Gambar 2. Reference symbol |
Selain downlink, LTE
juga mendukung penggunaan teknologi MIMO di uplink. Saat
perangkat hanya menggunakan satu antena pemancar, tingkat data uplink
perangkat tersebut tidak dapat ditingkatkan dengan MIMO. Tingkat data
rate maksimum dapat ditingkatkan dua kali lipat, namun, dengan
mengalokasikan dua perangkat dengan sinyal referensi
orthogonal. Sehingga transmisi di base station diperlakukan seperti
transmisi
MIMO, seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut:
![]() |
| Gambar 3. Prinsip Uplink MIMO |
Hal tersebut dinamakan 'virtual' atau 'multi-pengguna'
MIMO yang didukung oleh LTE rilis 8 namun tidak mewakili perspektif perangkat karena hanya urutan sinyal referensi yang
dimodifikasi. Dari sisi jaringan, penambahan processing diperlukan untuk
memisahkan pengguna satu dengan yg lain. Bagi para vendor produsen smartphone, penggunaan 'klasik' dua antena pemancar MIMO tidak menarik karena berdampak pada peningkatan investasi perangkat, sehingga
transmisi perangkat multi-antena kemudian dimasukan pada rilis 10 atau LTE-Advanced.
http://teknologi-4g-lte.blogspot.com/2015/05/mimo-multiple-input-multiple-output.html



Komentar
Posting Komentar