Sistem Komunikasi Serat Optik

SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK
Sistem Komunikasi Serat Optik adalah suatu sistem transmisi untuk mengirimkan data dari satu point (titik) ke point (titik) lainnya yang perambatannya menggunakan cahaya (informasi ditumpangkan pada cahaya).
Ø  Karakteristik yang membedakan Serat optik dari twisted pair/coaxibel cable :
1.       Kapasitas yang lebih besar
2.       Ukuran yang lebih kecil & bobot yang lebih ringan
3.       Atenuasi yang lebih rendah
4.       Isolasi elektromagnetik
5.       Jarak repeater yang lebih besar
 
       Pada sistem ini di sisi pengirim menggunakan sumber optik untuk mengubah informasi menjadi sinyal optik kemudian di sisi penerima di pasang detector optik, dengan menggunakan media transmisi serat optik. Arah terima sinyal cahaya yang diterima dari sumber optik akan diubah oleh detector optik menjadi sinyal elektrik kembali kemudian masuk ke sirkuit output kemudian diadakan pengaturan dan penguatan sebelum diteruskan kembali ke multipleks di penerima.
       Jika transmisi SKSO digunakan untuk jarak jauh maka sinyal yang dikirim memiliki redaman yang besar yang dapat mengakibatkan sinyal kirim tidak dapat dibaca di penerima sehingga untuk mengatasinya diperlukan repeater. Sinyal cahaya tersebut akan diproses menjadi sinyal listrik lalu dikuatkan kembali menjadi sinyal optik.


Di bawah ini akan dijelaskan Sistem Komunikasi Serat Optik melalui gambar, proses, dan komponen-komponen apa saja yang terdapat dalam Sistem Komunikasi Serat Optik itu sendiri :
Elemen kunci dari sistem komunikasi optik adalah transmitter optik, kabel optic,dan receiver optik. Komponen tambahan adalah: optical amplifier, konektor,splice, kopler, dan regenerator. Kabel optik adalah salah satu elemen terpenting dalam link serat optik. Sebagai tambahan dalam melindungi serat gelas selama instalasi dan layanan, kabel berisi kawat tembagai untuk memberi daya pada amplifier atau regenerator sinyal. Seperti pada kabel tembaga, kabel serat optik dapat diinstal baik di udara, dalam duct, di bawah laut, atau dikubur langsung dalam tanah. Panjang segmen kabel terpendek, cenderung digunakan dalam duct. Untuk segmen yang lebih panjang digunakan dalam kabel udara, kubur langsung atau aplikasi bawah laut.

Setelah kabel diinstal, sumber cahaya yang secara dimensi kompatibel dengan inti serat digunakan untuk memberikan daya optik ke dalam serat. Untuk itu dapat digunakan LED atau LASER. Input sinyal elektrik dapat berupa sinyal analog ataupun sinyal digital. Untuk sistem kecepatan tinggi ( > 1 Gbps), modulasi langsung dapat menyebabkan distorsi sinyal, untuk itu digunakan modulator eksternal. Di dalam serat optik sinyal akan mengalami redaman, dan dispersi. Desain penerima optik lebih kompleks dibandingkan pengirim optik.
Figure of merit dari penerima optik adalah daya optik minimum yang dibutuhkan untuk mendapatkan probabilitas error yang cukup untuk sistem digital atau Signal to Noise ratio (SNR) yang cukup besar bagi sistem analog. Gambar Sistem Komunikasi Serat Optik di atas hanya menggambarkan link optik secara point-to-point. Sistem komunikasi serat optik yang lebih kompleks adalah jaringan komunikasi serat optik.
Sedangkan pada gambar di atas ini adalah instalasi kabel optik dalam dunia nyata di lingkungan kita sehari-hari, bisa dikatakan sistem ini lebih kompleks karena sudah mencakup sistem komunikasi serat optik itu secara keseluruhan. Bahkan juga sudah tercakup penanaman kabel bawah laut dimana dibutuhkan regenerator pada sistem komunikasi serat optik.
Seperti pada pengertian sebelumnya dari Sistem Komunikasi Serat Optik, bahwa informasi ditumpangkan pada cahaya, jadi kita harus mengerti tentang cahaya itu sendiri, baik perambatannya, sifat-sifatnya dan semuanya akan dibahas pada TEORI CAHAYA.
| 1 Splice = Sambungan| 2 Coupler|3 Regenerator = Penguat Sinyal|

Pengertian Serat Optik
       Pengertian serat optik secara umum ialah sistem komunikasi yang menggunakan cahaya sebagai pembawa sinyal informasinya. Pada sistem ini di sisi pengirim menggunakan sumber optik untuk mengubah informasi menjadi sinyal optik kemudian di sisi penerima di pasang detector optik, dengan menggunakan media transmisi serat optik. Arah terima sinyal cahaya yang diterima dari sumber optik akan diubah oleh detector optik menjadi sinyal elektrik kembali kemudian masuk ke sirkuit output kemudian diadakan pengaturan dan penguatan sebelum diteruskan kembali ke multipleks di penerima.
       Jika transmisi SKSO digunakan untuk jarak jauh maka sinyal yang dikirim memiliki redaman yang besar yang dapat mengakibatkan sinyal kirim tidak dapat dibaca di penerima sehingga untuk mengatasinya diperlukan repeater. Sinyal cahaya tersebut akan diproses menjadi sinyal listrik lalu dikuatkan kembali menjadi sinyal optik.
4.2.3 Susunan dan Konstruksi Serat Optik


Susunan kabel serat optik terbagi atas tiga bagian yaitu :
*   Core ( inti ), berfungsi untuk menentukan cahaya merambat dari satu ujung ke ujung lain. Core terbuat dari bahan kuarsa dengan kualitas tinggi dan merupakan bagian serat optik karena perambatan cahaya sebenarnya terjadi pada bagian ini. Core mempunyai diameter berukuran 2 s/d 125 µm.
*   Cladding ( lapisan ),berfungsi sebagai cermin yang memantulkan cahaya agar dapat merambat ke ujung lainnya. Cladding terbuat dari bahan gelas dengan indeks bias lebih kecil dari core dan merupakan selubung core. Cladding mempunyai diameter berukuran 5 s/d 250 µm.
*   Coating ( jaket ), sebagai pelindung mekanis dan tempat kode warna, terbuat dari bahan plastik dan berfungsi melindungi serat optik dari kerusakan.
 
4.3 Konfigurasi Sistem Komunikasi Serat Optik
4.3.1Konfigurasi  Link
 4.3.2Konfigurasi Sistem


Dalam arah kirim, input sinyal yang berasal dari perangkat Multiplex digital dihubungkan ke Digital Distribution Frame (DDF) dan diteruskan ke Electrical Circuit. Fungsi Electrical Circuit adalah memperbaiki karakteristik dan mengkodekan sinyal yang diteruskan ke Optical Transmitter.
       Pada Optical Transmitter, sinyal listrik diubah menjadi sinyal pulsa cahaya yang dikirimkan ke stasiun lawan melalui serat optik.
       Sedangkan pada arah terima, sinyal pulsa cahaya yang diterima dari serat optik akan diubah oleh Detector Optik menjadi sinyal listrik yang akan diteruskan ke Electrical Circuit. Fungsi Electrical Circuit pada arah terima sama dengan pada arah kirim. Output sinyal dari Electrical Circuit akan diteruskan ke perangkat Demultiplex setelah melalui DDF.
       Digital Distribution Frame (DDF) digunakan untuk lokalisir gangguan, sebagai terminasi, digunakan dalam pengukuran/test link, dan digunakan jika ada pasang baru.
http://informasi-dunia-tik.blogspot.com/2012/02/sistem-komunikasi-serat-optik_03.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Telepon Kabel

Stasiun Bumi